Warga Desa Sirnajaya Ciamis Keluhkan Kenaikan Desil, Bantuan BPNT Terhenti Usai Pendataan

Warga Desa Sirnajaya Ciamis Keluhkan Kenaikan Desil, Bantuan BPNT Terhenti Usai Pendataan

Buletin News.id

Ciamis – Sejumlah warga Desa Sirnajaya, Kampung Sirnamulya, Kecamatan Sirnajaya, Kabupaten Ciamis, mengeluhkan perubahan data kesejahteraan atau kenaikan desil yang berdampak pada terhentinya bantuan sosial, seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan bantuan lainnya.

Salah seorang warga, SL (57), mengungkapkan bahwa sebelumnya keluarganya tercatat sebagai penerima bantuan dengan kartu merah (BPNT). Namun, sejak sekitar satu tahun terakhir, bantuan tersebut tidak lagi diterima setelah adanya pendataan atau survei langsung ke rumahnya.

“Awalnya keluarga saya mendapat bantuan BPNT. Tapi sudah setahun semenjak ada petugas yang survei ke rumah, bantuan saya tidak ada lagi. Kata anak saya, desil keluarga saya naik menjadi desil tujuh,” ujar SL.

Menurutnya, saat dilakukan survei, dirinya telah memberikan keterangan sesuai kondisi sebenarnya. Ia mengaku penghasilannya bersama istri hanya sekitar Rp200 ribu per minggu dari pekerjaan sebagai pedagang ayam bakul.

“Penghasilan itu hasil saya berdua sama istri. Saya juga punya anak yang masih sekolah, kebetulan di sekolah swasta, sehingga biaya bulanan dan kebutuhan lainnya cukup besar,” katanya.

SL berharap proses pendataan penerima bantuan sosial dapat dilakukan secara lebih bijak dan tidak hanya melihat kondisi kepemilikan aset, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan serta beban pengeluaran keluarga.

“Kalau mendata seharusnya dilihat juga kebutuhan dan pengeluaran orang seperti saya. Saya hanya punya tanah yang ditempati. Sementara masih banyak yang secara ekonomi lebih mampu, tapi desilnya malah di bawah lima,” keluhnya.

Ia menilai pendataan kesejahteraan masyarakat perlu dilakukan secara menyeluruh agar bantuan benar-benar tepat sasaran, terutama bagi warga yang masih mengalami kesulitan ekonomi.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait mengenai keluhan warga tersebut.

Pantauan awak media di lapangan, masih ditemukan sejumlah warga lanjut usia yang berada dalam kondisi memprihatinkan dan belum tersentuh program bantuan sosial. Kondisi tersebut menjadi perhatian agar proses verifikasi dan pendataan penerima bantuan dapat terus diperbaiki sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan tetap mendapatkan haknya.

(Li2//Ton)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *