Warga Perum Grilya Lingga Buana Menemui Titik Temu dengan Pihak Developer, Tandatangani Nota Kesepakatan Fasum dan Fasos
Buletin News.id
TASIKMALAYA || Ketegangan yang sempat menyelimuti kawasan Perumahan Griya Lingga Buana di , Kecamatan Manonjaya, akhirnya menemui titik terang. Melalui proses mediasi yang berlangsung khidmat pada siang hari, pihak warga dan pengembang (developer) sepakat untuk mengakhiri konflik serta menandatangani nota kesepakatan terkait pemenuhan hak-hak konsumen.
Pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam memulihkan kepercayaan warga terhadap komitmen developer dalam membangun lingkungan hunian yang layak dan sesuai dengan janji awal.

Kesepakatan Hitam di Atas Putih
Dalam mediasi tersebut, pihak developer secara terbuka mengakui adanya keterlambatan pembangunan dan menyatakan komitmennya untuk segera merealisasikan fasilitas yang menjadi tuntutan warga.
Beberapa poin utama yang disepakati bersama meliputi:
- Penetapan Jadwal Pengerjaan: Developer telah menyerahkan timeline atau jadwal progres pembangunan fisik untuk enam poin tuntutan utama, yaitu penyediaan air bersih, pembangunan jalan, penerangan jalan umum (PJU), benteng atau penahan tanah, tempat pemakaman umum (TPU), serta sarana ibadah.
- Prioritas Kebutuhan Dasar: Pengerjaan akan difokuskan terlebih dahulu pada penyediaan sumber air bersih dan PJU sebagai kebutuhan paling mendesak bagi warga.
- Transparansi Pembangunan: Pengembang bersedia membuka akses informasi kepada perwakilan warga untuk memantau progres pembangunan secara berkala, guna mencegah terjadinya miskomunikasi di masa mendatang.
Warga Sambut Baik Itikad Developer
Menanggapi itikad baik tersebut, warga Griya Lingga Buana sepakat untuk melunakkan sikap. Aksi boikot terhadap aktivitas pembangunan yang sebelumnya dilakukan kini mulai dicabut, seiring dimulainya pengerjaan fasilitas umum dan sosial oleh pihak developer.
“Kami mengapresiasi keberanian developer untuk duduk bersama dan memberikan kepastian. Harapan kami sederhana, yaitu apa yang tertuang dalam berita acara mediasi ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar salah satu perwakilan warga.
Membangun Harmonisasi Lingkungan
Hasil mediasi ini diharapkan mampu meredam konflik berkepanjangan yang berpotensi merugikan kedua belah pihak. Bagi developer, kepastian pembangunan fasilitas umum dan sosial akan meningkatkan nilai jual sekaligus citra perumahan. Sementara bagi warga, terpenuhinya hak-hak tersebut menjadi kunci terciptanya kenyamanan dan keamanan dalam bertempat tinggal.
Aparat setempat yang turut memantau jalannya mediasi mengimbau seluruh pihak untuk menjaga kondusivitas di wilayah . Dengan tercapainya kesepakatan ini, potensi penyelesaian melalui jalur hukum untuk sementara dikesampingkan, digantikan oleh semangat kekeluargaan dan profesionalisme demi kemajuan bersama.
(Ki R)





