PPDI Tandang Polres Ciamis, Terkait Kades Mekarmukti yang Viral
Buletin News Id
CIAMIS || Keluarga besar Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) dan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Ciamis bertandang ke Polres Ciamis untuk memberikan klarifikasi terkait polemik yang mencuat dari viralnya cuplikan video Kepala Desa Mekarmukti, Kecamatan Cisaga, Asep Ari—yang akrab disapa Kuwu Ibro.
Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Carsono, menerima langsung rombongan tersebut. Ketua PPDI Ciamis, Ahmad Himawan atau Mas Ahim, menjelaskan bahwa kedatangan mereka bertujuan “untuk menjelaskan duduk perkara imbas dari viralnya cuplikan video dari Kepala Desa Mekarmukti.”
Mas Ahim menegaskan bahwa potongan video yang beredar tidak menggambarkan konteks sesungguhnya. “Ketika melihat secara utuh video tersebut tentunya khalayak umum akan mengerti konteks dari ujaran Kuwu Ibro,” ujarnya.
Spontanitas dan Salah Tafsir Publik
Menurut Mas Ahim, pernyataan Kuwu Ibro yang menjadi polemik merupakan bentuk spontanitas dalam menanggapi orasi dirinya selaku Ketua PPDI pada kegiatan Silaturahmi Akbar di Kecamatan Sadananya. Ia menegaskan bahwa ucapan Kuwu Ibro “bukan ditujukan kepada pihak wartawan atau media secara umum, namun kepada oknum tertentu” yang menjadi bahasan utama dalam forum tersebut.
Ia juga mengungkapkan adanya pihak yang diduga sengaja memotong video seolah-olah Kuwu Ibro melontarkan tantangan kepada wartawan secara luas. “Ada pihak tak bertanggung jawab mengambil cuplikan hanya saat Kuwu Ibro seolah melontarkan ujaran bernada menantang wartawan secara umum,” katanya.
Upaya Klarifikasi dan Sinergi dengan Media
Mas Ahim menegaskan bahwa Kuwu Ibro telah berkali-kali melakukan klarifikasi serta permintaan maaf. “Kuwu Ibro sudah berulangkali melakukan permintaan maaf baik secara tertulis maupun lisan melalui video.” Kuwu Ibro bahkan telah duduk bersama empat organisasi wartawan Ciamis, yakni IPJI, IJTI, PWI, dan IWO, untuk meluruskan persoalan.
PPDI dan APDESI sepakat bahwa upaya klarifikasi yang telah dilakukan sudah memadai. Mereka juga menegaskan bahwa hubungan perangkat desa dengan media selama ini tetap harmonis. “Sinergitas antara PPDI dan APDESI bersama pihak media di Ciamis tetap terjalin dengan baik,” ujarnya.
Terkait kabar adanya undangan tabayun di Polres, Mas Ahim menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang. Dalam pertemuan itu, Kuwu Ibro menjelaskan secara langsung kepada Kasat Reskrim bahwa ia sama sekali tidak berniat melecehkan pers. Ungkapan tersebut lebih ditujukan kepada oknum yang diduga melakukan pemerasan dan intimidasi. PPDI mengaku telah mengantongi sejumlah bukti terkait hal tersebut.
Dukungan APDESI dan Rencana Silaturahmi Akbar Kedua
Perwakilan APDESI Ciamis, Uus Uswandi (Kuwu Anom) dari Desa Karangkamulyan dan Aep Jam’an dari Desa Utama, turut menyatakan dukungan. Kuwu Anom menegaskan, “Kami tidak akan pernah membela dan membenarkan yang salah.” Ia menyebut bahwa pihaknya mengetahui persis duduk persoalan yang sebenarnya terjadi.
Ia mengajak seluruh pihak yang paham benar peristiwa ini untuk menjadikannya bahan evaluasi bersama. Menurutnya, hubungan PPDI dan APDESI dengan media Ciamis selama ini berjalan baik sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial.
Mas Ahim juga mengumumkan rencana menggelar Silaturahmi Akbar jilid dua. Agenda tersebut bukan untuk melindungi kesalahan, melainkan memperkuat soliditas perangkat desa dan memberikan pemahaman agar setiap kekeliruan dapat diperbaiki secara terbuka.
Harapan untuk Meningkatkan Pelayanan dan Kolaborasi
Kuwu Anom menambahkan bahwa perangkat desa adalah pelayan masyarakat sehingga wajib memberikan yang terbaik. Ia meyakini bahwa “selalu ada hikmah di balik setiap kejadian” dan berharap polemik ini menjadi pemacu perangkat desa untuk meningkatkan profesionalisme, termasuk mempererat sinergi dengan media demi pelayanan publik yang lebih baik.
(Asjen)





