Peluncuran Buku “Santri Abadi” di Pesantren Darussalam Ciamis Tandai Semangat Literasi Hari Santri 2026

Peluncuran Buku “Santri Abadi” di Pesantren Darussalam Ciamis Tandai Semangat Literasi Hari Santri 2026

Buletin News.id

Ciamis, ||  Pimpinan Pesantren Darussalam Ciamis, Dr. KH. Fadlil Yani Ainusyamsi, M.BA., M.Ag., CWC., yang akrab disapa Ang Icep, resmi meluncurkan buku terbarunya berjudul Santri Abadi pada Kamis (22/10/2026).

Peluncuran tersebut dilaksanakan di Gedung Nadwatul Ummah, Pesantren Darussalam Ciamis, bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari santri, akademisi, budayawan, hingga pemerhati dunia pesantren.

Buku Santri Abadi mengisahkan perjalanan panjang tentang ilmu, seni, dan pengabdian. Karya ini tidak sekadar kumpulan cerita hidup, melainkan ruang refleksi mengenai nilai-nilai pendidikan, pengalaman keseharian, kreativitas seni, serta pengabdian yang tumbuh dari lingkungan keluarga dan pesantren.

Menurut Ang Icep, buku ini lahir atas dorongan kuat dari rekan-rekan terdekatnya.
“Untuk membuat buku ini, ada dorongan dari rekan-rekan yang menantikan lagi karya Aang. Mereka ingin mendengar cerita tentang Aang sebagai seorang anak tokoh besar, termasuk bagaimana kehidupan Aang sehari-hari,” ungkap Ang Icep.

Melalui buku ini, ia berupaya menghadirkan sisi kehidupan yang tidak hanya berkaitan dengan peran dan aktivitasnya di pesantren, tetapi juga pengalaman personal yang membentuk perjalanannya. Sebagai pimpinan pesantren, latar pendidikan dan tradisi keilmuan pesantren menjadi perspektif utama dalam tulisan tersebut.

Peluncuran buku ini memiliki makna yang mendalam. Selain bertepatan dengan Hari Santri Nasional, momentum ini juga menjadi bagian dari persiapan menyambut satu abad Pesantren Darussalam Ciamis pada 2029, dengan rentang penanda perjalanan 1929–2029.

Momentum Hari Santri sekaligus menjadi ruang untuk menegaskan kembali tradisi literasi di lingkungan pesantren. Buku dinilai sebagai media vital untuk menyampaikan gagasan, menyimpan pengalaman, serta menghubungkan generasi masa lalu dengan masa depan.

Tradisi pesantren terbukti tidak hanya bertumpu pada pembelajaran di kelas atau pengajian kitab, tetapi juga berkembang melalui tulisan, karya seni, dan dokumentasi sejarah.

Melalui Santri Abadi, Ang Icep berharap karyanya dapat menumbuhkan semangat membaca dan menulis, terutama di kalangan santri, agar semakin banyak pengalaman serta pemikiran yang terdokumentasi dengan baik dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.

(Yana Kurniawan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *