Kemarau Picu Krisis Air Bersih di Mulyasari Ciamis, Pemkab Kerahkan Tiga Mobil Tangki
Buletin News.id
CIAMIS || Krisis air bersih akibat musim kemarau mulai dirasakan warga Kampung Rawasari, Desa Mulyasari, Kabupaten Ciamis. Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat pada Senin (26/10/2026).
Sebanyak tiga mobil tangki air bersih dikerahkan langsung ke Desa Mulyasari untuk memasok kebutuhan air warga yang terdampak kekeringan. Bantuan disalurkan ke sejumlah titik yang membutuhkan agar masyarakat dapat memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Antusiasme warga terlihat saat mobil tangki bantuan tiba di lokasi. Sebelum distribusi dilakukan, masyarakat telah menyiapkan berbagai wadah penampungan air di halaman rumah masing-masing agar bantuan dapat segera dimanfaatkan.
Langkah cepat ini dilakukan setelah pemerintah desa menerima dan melihat langsung kondisi masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Pemerintah Desa Mulyasari kemudian berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui BPBD untuk meminta bantuan pasokan air.
“Melihat kondisi masyarakat yang kekurangan air bersih, kami langsung melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten melalui BPBD Ciamis agar bantuan air segera dikirim. Alhamdulillah, responsnya cukup baik dan hari ini bantuan sudah tiba untuk memenuhi kebutuhan warga,” ujar perwakilan pemerintah desa.
Dalam proses penyaluran, aparat kewilayahan turut membantu kelancaran distribusi, di antaranya Bintara Pembina Desa (Babinsa) serta Bhabinkamtibmas dari unsur TNI dan Polri. Kehadiran mereka membantu memastikan penyaluran air bersih kepada masyarakat berjalan dengan tertib.

Respons Cepat, Kebutuhan Air Warga Jadi Prioritas
Penyaluran tiga mobil tangki air bersih tersebut menjadi langkah penanganan langsung untuk meringankan beban warga yang terdampak krisis air selama musim kemarau. Namun, kebutuhan air bersih masyarakat berpotensi terus berlanjut apabila kondisi kekeringan belum berakhir.
Pemerintah Desa Mulyasari menyatakan akan kembali mengupayakan bantuan apabila masyarakat masih membutuhkan pasokan air bersih pada hari-hari berikutnya.
“Semoga upaya ini bisa membantu masyarakat. Insyaallah, jika kebutuhan air bersih masih belum tercukupi, pemerintah desa akan kembali berkoordinasi dan mengupayakan bantuan,” lanjut perwakilan pemerintah desa.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kesulitan warga Kampung Rawasari dan wilayah lain di Desa Mulyasari yang terdampak kekurangan air.
Di tengah ancaman kekeringan, koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, pemerintah desa, serta unsur TNI dan Polri menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Meski demikian, penanganan krisis air bersih tidak hanya membutuhkan respons saat kondisi darurat terjadi. Ketersediaan sumber air dan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau juga menjadi hal penting agar masyarakat tidak terus-menerus bergantung pada bantuan distribusi air tangki.
Dengan penyaluran bantuan ini, warga Mulyasari diharapkan dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan air bersih, sembari menunggu kondisi pasokan air kembali normal.
(Li2)





