Atasi Ancaman Kekeringan, Kelompok Tani di Ciamis Mulai Bangun Sumur Bor untuk Lahan Pertanian
Buletin News id
CIAMIS || Bantuan sarana pengairan dari pemerintah mulai dimanfaatkan sejumlah kelompok tani di Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, kelompok tani menerima bantuan berupa pembangunan sumur bor dan mesin pompa air untuk menunjang kebutuhan air di lahan pertanian.
Sejumlah desa dilaporkan mulai melaksanakan pengeboran sumur bor. Sementara kelompok tani lainnya menerima bantuan mesin pompa air yang nantinya digunakan untuk menyedot dan mengalirkan air ke lahan pertanian, baik sawah maupun lahan produktif lainnya.
Bantuan tersebut menjadi harapan baru bagi para petani, terutama dalam menghadapi persoalan klasik yang kerap muncul saat musim kemarau, yakni terbatasnya pasokan air untuk mengolah lahan dan mempertahankan produktivitas pertanian.
Bagi petani, ketersediaan air bukan sekadar penunjang kegiatan bercocok tanam, melainkan faktor penting yang menentukan keberlangsungan usaha pertanian mereka.
Sumur Mengering, Petani Berharap Ada Solusi Jangka Panjang
Kusmana (57), Ketua Kelompok Tani penerima bantuan sumur bor di Desa Sukaharja, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat setempat. Selama ini, kondisi lahan pertanian di wilayahnya kerap terkendala ketersediaan air ketika musim kemarau tiba.
Menurut Kusmana, persoalan kekeringan tidak hanya berdampak pada lahan sawah, tetapi juga menyentuh kebutuhan rumah tangga warga. Saat kemarau berkepanjangan, sejumlah sumur milik masyarakat bahkan mengalami kekeringan.
“Dengan adanya bantuan ini, mudah-mudahan ke depannya sebagian lahan sawah dan pertanian di sini bisa dialiri air. Bantuan dari pemerintah sangat berarti bagi kami,” ujar Kusmana.
Ia menjelaskan, sulitnya mendapatkan air selama musim kemarau menjadi tantangan tersendiri bagi petani. Kondisi tersebut membuat keberadaan sumber air alternatif sangat dibutuhkan agar lahan pertanian tetap bisa dimanfaatkan secara optimal.
Karena itu, pembangunan sumur bor diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pengairan, khususnya pada lahan yang selama ini kesulitan memperoleh pasokan air.
Pemanfaatan Bantuan Jadi Kunci
Kusmana menegaskan, bantuan yang diterima kelompok tani akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan warga, terutama dalam mendukung kegiatan pertanian.
Namun, manfaat bantuan tersebut nantinya akan sangat bergantung pada ketersediaan debit air, kondisi sumber air, serta kemampuan kelompok tani mengelola dan menyalurkan air secara efektif ke lahan yang membutuhkan.
Keberadaan sumur bor dan mesin pompa air diharapkan tidak hanya membantu petani menghadapi musim kemarau, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pertanian di wilayah Kecamatan Rajadesa.
Di sisi lain, keberlanjutan pemanfaatan sarana tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Pengelolaan yang baik, perawatan peralatan, serta pembagian air yang adil akan menentukan sejauh mana bantuan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Bagi para petani di Desa Sukaharja, bantuan ini membawa harapan agar persoalan kekurangan air tidak terus menjadi penghambat dalam mengolah lahan pertanian.
Kini, harapan mereka tertuju pada berfungsinya sarana pengairan tersebut sehingga air dapat menjangkau lahan yang membutuhkan, terutama ketika musim kemarau kembali datang.
(Li2)





