Dukungan Menguat, Jembatan Cirahong Didorong Jadi Destinasi Wisata Berbasis Warisan Budaya

Oplus_131072

Dukungan Menguat, Jembatan Cirahong Didorong Jadi Destinasi Wisata Berbasis Warisan Budaya

Buletin News.id

Tasikmalaya || Upaya pelestarian Jembatan Cirahong sebagai situs bersejarah sekaligus pengembangan destinasi wisata terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya, KH. Aziz Afandi, yang menyatakan komitmennya dalam menjaga dan mengembangkan kawasan tersebut.

Dukungan itu disampaikan KH. Aziz Afandi saat melakukan silaturahmi dengan Kepala Desa Margaluyu. Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi inisiatif empat kepala desa yang menggagas pengembangan kawasan Cirahong menjadi destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya.

“Saya sangat mendukung apa yang digagas empat kepala desa untuk Cirahong dalam menjadikan kawasan ini sebagai destinasi wisata,” ujar KH. Aziz Afandi.

Adapun empat desa yang terlibat dalam pengembangan ini berasal dari dua wilayah administratif, yakni Desa Margaluyu dan Desa Cilangkap di Kabupaten Tasikmalaya, serta Desa Panyingkiran dan Desa Pawindan di Kabupaten Ciamis. Kolaborasi lintas wilayah ini dinilai menjadi kekuatan besar dalam mendorong potensi wisata Cirahong.

Sementara itu, Kepala Desa Margaluyu, Dian Cahyadinata, SH, menegaskan pentingnya menjaga warisan leluhur (karuhun) yang memiliki nilai sejarah tinggi. Menurutnya, Jembatan Cirahong bukan hanya sekadar infrastruktur lama, tetapi juga simbol budaya yang harus dirawat dan dikembangkan.

“Ini adalah warisan dari karuhun yang harus kita lestarikan. Sekarang saatnya kita bangkit untuk merawat dan mengembangkan Cirahong menjadi destinasi wisata,” ungkap Dian.

Ia juga menambahkan bahwa di era digital saat ini, pengelolaan destinasi wisata harus lebih inovatif dan adaptif. Keindahan Jembatan Cirahong dinilai memiliki daya tarik kuat, terutama bagi wisatawan yang gemar membuat konten, berolahraga, hingga bersepeda sambil menikmati panorama alam.

Lebih lanjut, rencana pembangunan Jembatan Cirahong 2 justru dipandang sebagai peluang. Jembatan lama yang merupakan peninggalan kolonial diyakini akan semakin dilirik sebagai objek wisata karena nilai historis dan keindahannya yang tetap terjaga.

“Ke depan, dengan adanya jembatan baru, jembatan kolonial ini justru akan menjadi daya tarik wisata yang kuat,” tambahnya.

Dukungan dari berbagai tokoh masyarakat, agama, dan budaya semakin memperkuat langkah pengembangan Cirahong. Sinergi ini diharapkan mampu menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata unggulan yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga kaya akan nilai sejarah dan budaya.

Dengan potensi yang dimiliki serta dukungan yang terus mengalir, Cirahong optimistis akan berkembang menjadi salah satu destinasi wisata yang diminati masyarakat luas.

(Asjen)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *