Hari Kesaktian Pancasila di Manonjaya, Sinergi Lintas Unsur Didorong Jadi Kekuatan Menjaga Persatuan

Hari Kesaktian Pancasila di Manonjaya, Sinergi Lintas Unsur Didorong Jadi Kekuatan Menjaga Persatuan

Buletin News.id

TASIKMALAYA ||  Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (1/10/2026), tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Kehadiran berbagai unsur pemerintahan, aparat keamanan, tenaga pendidikan dan kesehatan, organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, hingga tokoh masyarakat menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan sinergi dalam menjaga persatuan di tingkat wilayah.

Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti unsur Muspika Kecamatan Manonjaya bersama berbagai elemen masyarakat. Camat Manonjaya, Firmansyah, bertindak sebagai pemimpin upacara.

Sejumlah unsur turut hadir, di antaranya Kapolsek, Danramil, Puskesmas, pengawas pendidikan, Karang Taruna, Pemuda Pancasila, GMBI, Laga, Linmas dan organisasi kemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta tokoh masyarakat.

Pemuda Pancasila dan Laga ikut dalam upacara peringkat kesaktian Pancasila di depan kantor Kecamatan Manonjaya.

 

Kehadiran lintas sektor tersebut dinilai menunjukkan bahwa menjaga persatuan dan ketertiban di tengah masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, bukan hanya pemerintah.

Ketua Pemuda Pancasila Manonjaya, Iwan Bopeng, mengatakan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober semestinya tidak berhenti pada kegiatan seremonial tahunan.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila tetap relevan dalam kehidupan masyarakat saat ini, khususnya dalam membangun persatuan, menjaga toleransi, serta memperkuat tanggung jawab bersama dalam kehidupan bermasyarakat.

“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila jangan hanya dimaknai sebagai agenda seremonial. Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga persatuan, toleransi dan kebersamaan,” ujar Iwan.

Ia menambahkan, pembangunan daerah juga tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Sinergi antara pemerintah kecamatan, aparat keamanan, tenaga pendidikan dan kesehatan, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, LSM, serta tokoh masyarakat diperlukan untuk menghadapi berbagai persoalan sosial secara bersama-sama.

“Begitu juga kehadiran organisasi atau LSM dan sejumlah kontrol sosial lainnya harus terjalin dengan baik. Semua unsur memiliki peran masing-masing dalam menjaga keseimbangan kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Menurut Iwan, keharmonisan lintas unsur yang terlihat dalam peringatan tersebut dapat menjadi modal sosial bagi Kecamatan Manonjaya dalam menjaga persatuan sekaligus mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia juga menilai kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam upacara Hari Kesaktian Pancasila merupakan bentuk kepedulian terhadap bangsa dan negara.

“Kita dalam memperingati 1 Oktober ini dapat hadir mengikuti acara tersebut. Ini menandakan kecintaan kepada bangsa dan negara, terlebih pelaksanaannya di tingkat Kecamatan Manonjaya,” ujarnya.

Namun demikian, semangat kebersamaan tersebut diharapkan tidak berhenti setelah upacara selesai. Nilai-nilai yang disampaikan dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila perlu diterjemahkan ke dalam kerja nyata, pelayanan publik yang baik, kepedulian sosial, serta keterlibatan masyarakat dalam pembangunan.

Dengan demikian, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah bangsa, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh unsur masyarakat dalam menjaga persatuan, keamanan, dan keberlangsungan pembangunan di Kecamatan Manonjaya.

(Asjen)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *