HKP ke-54 Kabupaten Ciamis Resmi Dibuka, Dorong Transformasi Teknologi Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan
Buletin News.id
CIAMIS – Pemerintah Kabupaten Ciamis resmi membuka peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54 tingkat Kabupaten Ciamis di Lapang Desa Sumberjaya, Kecamatan Cihaurbeuti, Senin (13/7/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 15 Juli 2026 tersebut mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Ciamis.”
Pembukaan HKP berlangsung meriah dengan penampilan seni tari dari Sanggar Seni Suka Rahyang Cihaurbeuti, dilanjutkan paduan suara KTNA Cihaurbeuti. Suasana semakin semarak dengan penampilan Alfia Galuh Rahayu, talenta muda asal Ciamis yang telah mengharumkan nama daerah melalui berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Ciamis, Pipin Arif Apilin, mengungkapkan bahwa HKP ke-54 diikuti sekitar 1.500 peserta yang merupakan kontingen KTNA dari seluruh kecamatan di Kabupaten Ciamis.

Menurut Pipin, Hari Krida Pertanian bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memberikan penghormatan kepada para petani, peternak, penyuluh, dan seluruh pelaku sektor pertanian yang selama ini menjadi penopang ketahanan pangan daerah.
“Di tengah tantangan perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan perkembangan teknologi, kami berkomitmen mempercepat penerapan inovasi menuju pertanian yang maju, mandiri, dan modern,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan HKP ke-54 meliputi Rembug Utama KTNA, Temu Teknologi, Temu Usaha, pelatihan pertanian, pameran produk unggulan, serta panggung hiburan sebagai ajang mempererat silaturahmi antarpelaku pertanian.
Pertanian Jadi Penopang Ekonomi Daerah
Bupati Ciamis, Hardiat Sunarya, yang membuka secara resmi kegiatan tersebut menegaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian Kabupaten Ciamis. Berdasarkan data statistik, lebih dari 60 persen masyarakat Ciamis menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian, baik sebagai petani maupun buruh tani.
“Ciamis tetap mampu mempertahankan status swasembada beras bahkan mengalami surplus. Meski terdapat dinamika pada komoditas tertentu seperti telur ayam, kondisi ini justru menjadi peluang bagi petani sayuran dan buah-buahan lokal untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” kata Hardiat.
Ia juga mengapresiasi inovasi para petani yang mulai beralih menggunakan pupuk organik di tengah terbatasnya ketersediaan pupuk bersubsidi. Saat ini, lebih dari 200 hektare lahan pertanian di Kabupaten Ciamis telah menerapkan sistem pertanian organik yang dinilai lebih efisien, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Gotong Royong Jadi Kekuatan Pembangunan
Dalam sambutannya, Bupati turut menyoroti pentingnya budaya gotong royong sebagai modal utama pembangunan di Kabupaten Ciamis. Menurutnya, meskipun Pendapatan Asli Daerah (PAD) Ciamis masih terbatas, partisipasi aktif masyarakat mampu menghasilkan pembangunan yang melampaui kemampuan anggaran pemerintah.
“Ciamis mampu menjadi kota terbersih di ASEAN tanpa biaya besar karena masyarakat memiliki kesadaran tinggi dalam memilah sampah. Begitu pula prestasi Baznas Ciamis yang menjadi salah satu terbaik di tingkat nasional. Ini membuktikan bahwa kekuatan terbesar kita adalah kebersamaan dan partisipasi masyarakat,” tegasnya.
Regenerasi Petani Jadi Prioritas
Sementara itu, Ketua KTNA Jawa Barat, Otong Wiranto, memberikan apresiasi atas konsistensi Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam menyelenggarakan Hari Krida Pertanian setiap tahun. Menurutnya, pelaksanaan HKP di Ciamis layak menjadi barometer bagi daerah lain di Jawa Barat karena mampu menghadirkan kegiatan yang edukatif, meriah, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya regenerasi petani melalui keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian.
“KTNA adalah rumah besar bagi para petani. Kita harus menyiapkan regenerasi petani milenial agar anak-anak muda melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki masa depan cerah. Kedaulatan pangan Indonesia berada di tangan generasi muda,” pungkasnya.
Melalui penyelenggaraan HKP ke-54, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap seluruh pelaku pertanian dapat terus memperkuat kolaborasi, memanfaatkan inovasi teknologi, serta meningkatkan produktivitas demi mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Ciamis.
(Yana K)




