Kandang Ayam Broiler di Panawangan Ciamis Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp200 Juta
Buletin News.id
CIAMIS — Kebakaran melanda sebuah kandang ayam broiler di Dusun Naretel, Desa Nagarawangi, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Senin (10/8/2026).
Peristiwa tersebut mengakibatkan bangunan kandang beserta seluruh fasilitas di dalamnya ludes terbakar. Sekitar 5 ton ayam broiler yang siap panen juga tidak berhasil diselamatkan.
Pemilik kandang, Deni Subani (50), mengatakan kebakaran diduga bermula dari kebocoran selang gas pada peralatan Gasolek yang digunakan sebagai pemanas kandang.
Menurut Deni, kebocoran tersebut kemudian memicu percikan api yang mengenai sekam padi di dalam kandang. Api dengan cepat membesar setelah tertiup angin hingga akhirnya merambat dan menghanguskan seluruh bangunan.
“Kebakaran diduga berasal dari Gasolek, selang gas yang bocor. Kemudian percikan api mengenai sekam padi dan membesar karena tertiup angin. Api dengan cepat menghanguskan seluruh konstruksi kandang yang terbuat dari kayu dan bambu,” ujar Deni.
Selain bangunan kandang, sekitar 5 ton ayam yang sudah siap panen serta seluruh fasilitas dan barang yang berada di dalam kandang turut terbakar dan tidak dapat diselamatkan.
Akibat kejadian tersebut, Deni memperkirakan total kerugian mencapai sekitar Rp200 juta.
Sementara itu, Kepala Desa Nagarawangi Asep Sapyudin mengimbau masyarakat, khususnya para peternak ayam, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik maupun peralatan pemanas kandang dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa.
“Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi warga, khususnya para peternak ayam, agar rutin memeriksa instalasi listrik serta peralatan pemanas untuk mencegah terjadinya kebakaran,” kata Asep.
Asep juga mengingatkan warga untuk mewaspadai dampak kemarau panjang yang tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran, tetapi juga berpotensi memicu berbagai persoalan kesehatan, termasuk wabah penyakit.
Ia mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, rutin berolahraga, menerapkan pola makan sehat, serta mencukupi waktu istirahat.
“Akibat kemarau yang panjang, musibah yang harus diwaspadai bukan hanya kebakaran, tetapi juga masalah wabah penyakit. Untuk mengantisipasinya, kita harus selalu menjaga kebersihan, rutin berolahraga, menjaga pola makan sehat dan tidur yang cukup, serta selalu berdoa kepada Allah SWT agar diberi keselamatan dari segala marabahaya yang akan menimpa kita semua,” pungkasnya.
(Li2)





