Kemarau Kian Mencekik, Warga Cikadu Manonjaya Gelar Salat Istisqa, Sumur Mulai Mengering

Oplus_131072

Kemarau Kian Mencekik, Warga Cikadu Manonjaya Gelar Salat Istisqa, Sumur Mulai Mengering

Buletin News.id

TASIKMALAYA || Kemarau yang melanda sejumlah wilayah mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Di Dusun Cikadu, Desa Cilangkap, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, kekeringan tak hanya membuat kolam dan area persawahan mengering, tetapi juga menyulitkan warga mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Di tengah kondisi tersebut, para ustaz, tokoh agama, dan tokoh masyarakat bersama warga menggelar salat istisqa atau salat meminta hujan di kawasan Sawah Lega, Dusun Cikadu, Jumat (9/10/2026). Ibadah tersebut menjadi ikhtiar spiritual sekaligus ungkapan harapan masyarakat agar hujan segera turun dan mengakhiri kesulitan air yang mereka alami.

Ustad Furkon saat hutbah dan berdoa juga membalikan sorban dari Kanan kekiri yang diikuti oleh jemaat istiaqo 

Salah seorang warga setempat, Dedi, mengungkapkan bahwa dampak kemarau semakin terasa, terutama ketika warga membutuhkan air sumur untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Menurutnya, air masih bisa keluar ketika pompa sumur dinyalakan cukup lama. Namun, air yang mengalir hanya bertahan beberapa menit sebelum kembali berhenti.

“Kemarau sekarang air sudah susah. Pompa sumur dinyalakan lama ketika air mengalir, tetapi itu hanya beberapa menit, langsung hilang lagi,” ujar Dedi saat hendak mengikuti salat istisqa.

Kondisi tersebut membuat warga harus mencari cara lain untuk memenuhi kebutuhan air minum. Dedi mengatakan, untuk kebutuhan minum, keluarganya membeli air isi ulang. Sementara itu, apabila persediaan air masih mencukupi, warga memilih memasak air sendiri.

Situasi ini menunjukkan bahwa kemarau bukan sekadar membuat lahan pertanian mengering. Bagi warga Cikadu, berkurangnya ketersediaan air juga menjadi persoalan mendasar yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Berharap Hujan Segera Turun

Harapan agar hujan segera turun juga disampaikan Ketua RT setempat. Ia berharap pelaksanaan salat istisqa yang digelar di Cikadu menjadi ikhtiar bersama dan dikabulkan oleh Allah SWT.

“Semoga dengan menjalankan salat istisqa yang digelar di Cikadu ini, doa kita diijabah Allah SWT dan segera turun hujan,” ungkapnya.

Ia mengajak masyarakat untuk terus mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, memperbanyak istigfar, serta berdoa agar terhindar dari musibah kekeringan yang semakin menyulitkan warga dalam mendapatkan air bersih.

Bagi masyarakat setempat, salat istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar di tengah kondisi alam yang belum bersahabat. Namun, kebutuhan akan air tetap menjadi persoalan nyata yang harus dihadapi warga setiap hari.

Masyarakat dusun Cikadu dan santri untuk menjalankan sholat istiaqo di sawah lega

Langit Mulai Mendung, Warga Menaruh Harapan

Usai pelaksanaan salat istisqa pada sore hari, suasana langit di kawasan Manonjaya mulai berubah. Awan gelap terlihat menyelimuti langit, disertai gerimis tipis yang membangkitkan harapan warga akan datangnya hujan.

Seorang sopir yang melintas menyebutkan bahwa hujan dengan intensitas cukup deras telah turun di kawasan Awipari dan Ciamis. Sementara itu, di wilayah Manonjaya, hujan yang turun baru sebatas gerimis.

“Di Awipari dan Ciamis sudah turun hujan lumayan gede. Tetapi ke Manonjaya baru gerimis sedikit. Semoga besok ada hujan,” tuturnya.

Meski gerimis mulai membasahi kawasan tersebut, warga masih berharap hujan turun lebih merata dan berlangsung cukup lama agar ketersediaan air kembali membaik.

Bagi masyarakat Cikadu, hujan bukan sekadar perubahan cuaca. Turunnya hujan menjadi harapan agar sumur kembali mengeluarkan air, kebutuhan rumah tangga dapat terpenuhi, dan lahan persawahan yang mengering kembali memperoleh pasokan air.

Di tengah kemarau yang belum berakhir, warga Cikadu kini menanti datangnya hujan dengan doa dan harapan. Sebab, ketika air mulai sulit didapatkan, setiap tetes hujan memiliki arti besar bagi kehidupan mereka.

(Asjen)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *