Pemkot Tasikmalaya Berikan Bantuan Ikan, Perkuat Sektor Perikanan pada Kelompok Tani Ikan

Pemkot Tasikmalaya Berikan Bantuan Ikan, Perkuat Sektor Perikanan pada Kelompok Tani Ikan

Buletin News.id

TASIKMALAYA || Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Pertanian dan Perikanan kembali mendorong penguatan sektor budidaya ikan air tawar. Langkah itu terlihat dari penyerahan bantuan ikan nila varietas terbaru, Nila GIP (Genetically Improved Productive), kepada kelompok petani ikan di Aula Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya Jawa Barat, Kamis (20/11/2025).

Ketua PSM, Drs. Sadili, didampingi Sekretaris Kelurahan Kotabaru, menjelaskan bahwa terdapat enam kelompok petani ikan yang menerima bantuan tersebut. Masing-masing kelompok memperoleh 400 ekor benih nila GIP, 100 kilogram pakan, konsentrat, serta perlengkapan berupa jaring. Ia menilai bantuan ini bukan hanya distribusi sarana produksi, tetapi juga bagian dari program peningkatan kapasitas petani.

Ketua PSM Drs. Sadili didampingi Seklur Kotabaru

Pembinaan teknis diberikan langsung oleh narasumber dari Dinas Perikanan dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Dua pemateri, Dede Abdul A dan Fauzi Rahman, memaparkan teknik budidaya yang dianggap krusial untuk menghasilkan panen yang sehat dan melimpah. Mulai dari kualitas air, kebersihan kolam, pola pemberian pakan, hingga pengelolaan ruang hidup ikan. Pendekatannya sederhana, namun penuh penekanan pada disiplin pemeliharaan.

Di sela kegiatan, para petani ikan menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Mereka menilai varietas nila GIP yang telah bersertifikat memberi peluang lebih besar terhadap peningkatan produktivitas. Harapannya, benih unggul ini dapat memacu hasil budidaya dan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan kelompok.

Mereka percaya dukungan seperti ini, bila konsisten, bukan hanya memperkuat ketahanan ekonomi petani ikan tetapi juga menjadi pintu kecil yang membuka kemajuan ekonomi masyarakat. Di tengah dinamika pangan dan kebutuhan protein yang terus naik, langkah-langkah seperti ini menjadi pengingat bahwa pembangunan sering berawal dari kolam kecil di halaman warga, lalu tumbuh menjadi kekuatan kolektif daerah.

(Adin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *