Perjuangan Hak Buruh dan Aksi Kemanusiaan Bersatu di DPRD Kota Banjar
BuletinNews.id
Kota Banjar, || Audiensi yang digelar Forum Solidaritas Buruh Banjar (FSBB) bersama Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Kota Banjar di Aula DPRD Kota Banjar berlangsung penuh kepedulian dan semangat solidaritas antar pekerja, Senin (18/5/2026).
Kegiatan yang dihadiri unsur pimpinan dan anggota DPRD Kota Banjar tersebut awalnya difokuskan untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait perlindungan dan pemenuhan hak-hak buruh. Namun, suasana rapat dengar pendapat turut diwarnai aksi solidaritas berupa penggalangan sumbangan bagi seorang pekerja yang mengalami kecelakaan kerja beberapa waktu lalu.

Pekerja tersebut diketahui mengalami cedera serius setelah kakinya terlindas mesin forklift saat menjalankan aktivitas kerja. Akibat insiden itu, korban harus menjalani operasi dan mendapatkan perawatan medis intensif.
Aksi kepedulian tersebut diprakarsai oleh gabungan organisasi buruh yang hadir dalam audiensi. Ketua Sarbumusi Kota Banjar, Toni Rustaman, bersama Ketua FSBB, Endang, mengajak seluruh peserta rapat untuk bersama-sama membantu meringankan beban korban beserta keluarganya.
Menurut Toni Rustaman, solidaritas antar buruh merupakan bentuk kepedulian nyata yang harus terus dijaga di tengah berbagai persoalan ketenagakerjaan yang masih dihadapi para pekerja.
“Ini bentuk kebersamaan dan rasa kemanusiaan sesama buruh. Kami berharap bantuan yang terkumpul dapat membantu proses pengobatan dan pemulihan korban,” ujarnya.
Ajakan tersebut mendapat respons positif dari Ketua DPRD Kota Banjar, Sutopo, beserta sejumlah anggota dewan yang hadir. Dalam kesempatan itu, Sutopo mengapresiasi kepedulian organisasi buruh yang dinilai tidak hanya fokus memperjuangkan hak-hak pekerja, tetapi juga memiliki rasa solidaritas sosial yang tinggi terhadap sesama buruh.
“Saya mengapresiasi kepedulian teman-teman buruh terhadap rekan kerja yang sedang mengalami musibah. Solidaritas seperti ini menunjukkan bahwa organisasi buruh tidak hanya hadir dalam perjuangan aspirasi, tetapi juga hadir dalam sisi kemanusiaan,” ujar Sutopo saat rapat berlangsung.
Ia juga menegaskan bahwa persoalan keselamatan kerja harus menjadi perhatian bersama, baik oleh perusahaan maupun pemerintah. Menurutnya, setiap pekerja berhak mendapatkan perlindungan dan jaminan keselamatan saat menjalankan tugas di lingkungan kerja.
“Kecelakaan kerja tentu menjadi perhatian serius. Perusahaan harus benar-benar memperhatikan standar keselamatan kerja agar kejadian serupa tidak terulang. Keselamatan pekerja merupakan hal yang sangat penting,” tambahnya.
Dalam audiensi tersebut, sejumlah isu ketenagakerjaan turut dibahas, di antaranya perlindungan hak pekerja, pengawasan ketenagakerjaan, serta pentingnya penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara optimal di lingkungan perusahaan.
FSBB dan Sarbumusi berharap pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan dapat meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan, khususnya terkait perlindungan tenaga kerja dan penerapan sistem keselamatan kerja.
Audiensi berlangsung dalam suasana kondusif dan dialogis. Selain menjadi wadah penyampaian aspirasi buruh, kegiatan itu juga memperlihatkan kuatnya solidaritas sosial di kalangan pekerja di Kota Banjar dalam membantu sesama yang tengah mengalami musibah.
Ape





