Ribuan Anak PAUD Padati Silaturahmi Akbar HUT ke-21 HIMPAUDI di Rajadesa, Komunitas SARAJATI Resmi Dibentuk

Ribuan Anak PAUD Padati Silaturahmi Akbar HUT ke-21 HIMPAUDI di Rajadesa, Komunitas SARAJATI Resmi Dibentuk

Buletin News id

CIAMIS ||  Ribuan anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), orang tua, pendidik, dan masyarakat memadati Lapangan Olahraga Cibulakan, Desa Sirnajaya, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Rabu (21/10/2026). Mereka menghadiri Silaturahmi Akbar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) yang dirangkaikan dengan pembentukan Komunitas SARAJATI.

Kegiatan berlangsung meriah dengan melibatkan peserta dari lima kecamatan, yakni Sukadana, Rancah, Rajadesa, Jatinagara, dan Tambaksari. Sejak pukul 07.00 WIB, anak-anak PAUD bersama orang tua dan para pendidik mulai memadati lokasi kegiatan, menciptakan suasana penuh semangat, kebersamaan, dan kegembiraan.

Acara tersebut dihadiri Ketua HIMPAUDI Kabupaten Ciamis, Ani Rustiani, S.Pd., Camat Rajadesa H. Nandang Nugraha, S.Sos., tokoh agama, unsur Polsek Rajadesa, serta perwakilan Koramil Rajadesa, Sri Mulyono, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Ketua HIMPAUDI Ciamis Tekankan Semangat dan Perjuangan Pendidik PAUD

Dalam sambutannya, Ketua HIMPAUDI Kabupaten Ciamis, Ani Rustiani, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilainya sebagai momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat perjuangan para pendidik PAUD.

Ia mengajak seluruh pendidik untuk tetap optimistis dan tidak kehilangan semangat dalam menjalankan tugas mendidik generasi penerus bangsa, meskipun masih menghadapi tantangan terkait pengakuan dan penyetaraan kelembagaan maupun status tenaga pendidik.

“Para pendidik PAUD harus tetap semangat. Walaupun masih ada tantangan dalam hal pengakuan dan penyetaraan, kita harus optimistis menjalankan tugas mendidik anak-anak bangsa. Tidak ada yang tidak mungkin selama kita terus berusaha,” ujarnya.

Menurut Ani, perjalanan para pendidik PAUD tidak selalu mudah. Berbagai tantangan membutuhkan ketekunan, kesabaran, serta komitmen bersama agar pendidikan anak usia dini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia juga mengungkapkan kebanggaannya atas terbentuknya Komunitas SARAJATI pada tahun ini. Ia berharap komunitas tersebut menjadi wadah untuk memperkuat solidaritas, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mendorong kemajuan PAUD di wilayah yang tergabung di dalamnya.

Ani berharap, ke depan, para pendidik PAUD memperoleh perhatian dan pengakuan yang semakin baik dari pemerintah, termasuk peluang penyetaraan dengan tenaga pendidik formal sesuai ketentuan yang berlaku.

Camat Rajadesa: Pendidik PAUD Harus Terus Bergerak Maju

Sementara itu, Camat Rajadesa, H. Nandang Nugraha, S.Sos., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Silaturahmi Akbar HUT ke-21 HIMPAUDI tersebut.

Ia menilai, peran pendidik PAUD sangat penting dalam membangun fondasi pendidikan anak sejak usia dini. Karena itu, para pendidik diharapkan terus menjaga semangat, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan memperkuat kerja sama dengan orang tua serta masyarakat.

Nandang juga berharap lembaga PAUD yang belum memperoleh penyetaraan dapat segera mendapatkan perhatian dari pihak terkait sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Semoga seluruh jajaran pendidik PAUD tetap semangat. Melalui momentum silaturahmi akbar ini, kita berharap bersama-sama menuju kesuksesan dalam mencerdaskan anak bangsa,” ungkapnya.

Komunitas SARAJATI Resmi Dibentuk, Lima Kecamatan Satukan Komitmen

Salah satu agenda penting dalam peringatan HUT ke-21 HIMPAUDI tersebut adalah pembentukan Komunitas SARAJATI. Pembentukan komunitas ini ditandai dengan penandatanganan oleh para pemilik lembaga PAUD dan pendidikan nonformal (PNF) dari lima kecamatan yang terlibat.

Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi, membangun solidaritas, serta mendorong kerja nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini.

Kehadiran Komunitas SARAJATI diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi berkembang menjadi ruang kolaborasi yang berkelanjutan bagi para pendidik dan pengelola lembaga pendidikan.

Dengan adanya wadah bersama tersebut, berbagai persoalan yang dihadapi pendidik di lapangan diharapkan dapat dibahas dan diperjuangkan secara kolektif, sekaligus melahirkan program-program yang berdampak langsung bagi anak-anak dan masyarakat.

Seminar Parenting hingga Simulasi Manasik Haji Anak

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut diisi dengan beragam perlombaan dan aktivitas edukatif yang melibatkan guru serta anak-anak PAUD.

Salah satunya adalah seminar parenting yang bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai peran keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Melalui kegiatan ini, orang tua diharapkan semakin memahami pentingnya pola asuh, pendampingan, dan keterlibatan aktif dalam tumbuh kembang anak.

Agenda lainnya adalah pentas kreasi guru dan anak. Kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta untuk mengekspresikan kemampuan, mengembangkan kreativitas, melatih kemandirian, serta menumbuhkan rasa percaya diri sejak usia dini.

Tak kalah menarik, simulasi manasik haji anak turut menjadi bagian dari rangkaian acara. Melalui pembelajaran langsung yang dikemas secara menyenangkan, anak-anak diperkenalkan pada tahapan ibadah haji sekaligus diajak mengenal nilai-nilai moral dan spiritual sejak dini.

Berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, pengembangan kreativitas, serta penanaman nilai-nilai kehidupan.

Panitia Apresiasi Dukungan Semua Pihak

Ketua panitia pelaksana, Rasdianto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, keberhasilan acara merupakan hasil kerja sama berbagai unsur, mulai dari pengurus HIMPAUDI, para pendidik, pemilik lembaga PAUD dan PNF, orang tua, hingga pihak-pihak lain yang turut berkontribusi.

Ia berharap Silaturahmi Akbar HUT ke-21 HIMPAUDI dan pembentukan Komunitas SARAJATI dapat memberikan manfaat berkelanjutan serta menjadi inspirasi untuk terus melangkah bersama demi masa depan anak-anak Indonesia yang lebih cerah.

Momentum tersebut, lanjutnya, diharapkan mampu memperkuat persaudaraan antarpendidik sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak usia dini.

Kehadiran Ribuan Peserta Turut Menggerakkan Ekonomi Warga

Di luar agenda pendidikan dan silaturahmi, kegiatan berskala besar ini juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Membludaknya peserta membuat area lapangan dan akses jalan di sekitar lokasi dipadati anak-anak PAUD, orang tua, pendidik, tamu undangan, serta warga yang sengaja datang untuk menyaksikan kemeriahan acara.

Ratusan pedagang terlihat menjajakan beragam dagangan di sekitar lokasi. Ramainya pengunjung membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk memperoleh tambahan pendapatan dari meningkatnya permintaan selama kegiatan berlangsung.

Berdasarkan perkiraan panitia atau pihak di lokasi, jumlah orang yang hadir mencapai sekitar 5.000 orang. Angka tersebut mencakup anak-anak dari berbagai lembaga PAUD, orang tua, tenaga pendidik, tamu undangan, serta masyarakat umum.

Besarnya partisipasi tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan pendidikan dapat menjadi ruang pertemuan sosial yang mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian warga.

Lebih dari Sekadar Perayaan Ulang Tahun

Silaturahmi Akbar HUT ke-21 HIMPAUDI di Rajadesa bukan sekadar perayaan bertambahnya usia organisasi. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas pendidik, memperluas kolaborasi lintas kecamatan, serta kembali menegaskan pentingnya pendidikan anak usia dini dalam membangun masa depan bangsa.

Pembentukan Komunitas SARAJATI menjadi salah satu langkah yang diharapkan mampu menerjemahkan semangat kebersamaan menjadi program dan tindakan nyata.

Di tengah tantangan yang masih dihadapi tenaga pendidik PAUD, dukungan pemerintah, masyarakat, dan keluarga menjadi bagian penting untuk memastikan anak-anak memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.

Semangat yang tercermin dalam kegiatan tersebut membawa pesan bahwa mencerdaskan generasi bangsa membutuhkan kerja bersama, ketekunan, dan komitmen jangka panjang. Dari Rajadesa, para pendidik PAUD meneguhkan kembali tekad untuk terus mendampingi anak-anak Indonesia tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik.

(Li2)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *