Rumah Warga di Rajadesa Tertimpa Pohon Saat Hujan Deras Disertai Angin Kencang
Buletin Nesw.id
CIAMIS || Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan sebuah rumah milik warga di Dusun Pabuaran, Desa Sirnajaya, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, mengalami kerusakan pada Senin (6/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Rumah tersebut diketahui milik Warto (67), warga RT 06 RW 03. Peristiwa terjadi saat hujan lebat dan angin kencang menumbangkan pohon petai berukuran besar yang berada di sekitar rumah. Pohon tersebut roboh dan menimpa bagian depan atap rumah korban.
Saat kejadian, Warto sedang berada di dalam rumah. Ia mendengar suara keras ketika pohon tumbang menimpa atap, yang kemudian disusul air hujan masuk melalui bagian atap dan plafon yang rusak. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian, mengingat sebelumnya pemerintah desa telah mengimbau warga untuk menebang pohon yang berpotensi membahayakan, terutama setelah kejadian angin puting beliung yang pernah terjadi beberapa tahun lalu.

Camat Rajadesa, Nandang Nugraha, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang terjadi saat musim penghujan. Ia menegaskan pentingnya langkah antisipatif, seperti menebang pohon yang berisiko tumbang dan membahayakan rumah warga.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap hujan deras yang disertai angin kencang. Jika terdapat pohon yang berpotensi membahayakan, sebaiknya segera ditebang,” ujarnya.
Selain itu, pihak kecamatan juga terus mendorong para kepala desa untuk aktif menyosialisasikan kesiapsiagaan bencana dalam setiap kegiatan masyarakat.
Tak hanya menghadapi musim hujan, Kecamatan Rajadesa juga mulai melakukan sosialisasi terkait fenomena El Nino yang diperkirakan akan berlangsung dari April hingga Oktober 2026. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kemarau panjang.
Masyarakat diimbau untuk mulai mempersiapkan kebutuhan air bersih, menjaga sumber mata air, serta menghemat penggunaan air. Selain itu, pengelolaan aliran air untuk lahan pertanian juga perlu diperhatikan guna mengantisipasi kekurangan air saat musim kemarau.
Apabila terjadi krisis air bersih, pihak kecamatan menyatakan akan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Ciamis untuk mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.
Pemerintah berharap masyarakat dapat lebih waspada dan siap menghadapi perubahan cuaca ekstrem, baik saat musim hujan maupun kemarau panjang.
(Li2/Ton)





