36 Pesantren di Rajadesa Turun ke Sungai Cipetungan, Santri Jadi Pelopor Gerakan Ciamis Bersih
Buletin News.id
CIAMIS || Memperingati Hari Santri Nasional dan menyambut Hari Sumpah Pemuda, sebanyak 36 pesantren di Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, menggelar aksi bersih-bersih massal di sepanjang aliran Sungai Cipetungan, Selasa (20/10/2026). Gerakan ini menjadi bentuk nyata kepedulian kalangan pesantren terhadap kebersihan lingkungan sekaligus dukungan terhadap upaya menjaga reputasi Ciamis sebagai daerah yang dikenal akan kebersihan dan keindahannya.
Kegiatan yang melibatkan para santri, pimpinan pesantren, serta Karang Taruna Kecamatan Rajadesa tersebut menegaskan bahwa pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan agama, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam menjaga lingkungan dan kepentingan masyarakat luas.
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Rajadesa, H. Jamaludin, S.Ag., M.Pd.I., mengatakan, aksi bersih-bersih ini merupakan momentum bagi para santri untuk mengambil peran langsung dalam menjaga lingkungan, khususnya kebersihan Sungai Cipetungan.
Menurutnya, semangat Hari Santri Nasional harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Terlebih, Kabupaten Ciamis selama ini dikenal dengan prestasinya dalam bidang kebersihan dan penataan lingkungan.
“Kalau kabupaten kita menyandang predikat sebagai daerah terbersih, masa kita di daerah hanya diam saja? Santri harus menjadi pelopor kebersihan dan ikut mengawal Ciamis agar tetap bersih,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, gerakan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, tanpa terkecuali.
36 Pesantren Bergerak, Kebersihan Dimulai dari Lingkungan Terdekat
Rangkaian kegiatan diawali dengan titik kumpul di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rajadesa sekitar pukul 08.00 WIB. Sebelum turun ke lapangan, peserta mengikuti pengarahan atau briefing yang dipimpin Sekretaris Kecamatan Rajadesa, Irwan, didampingi Kepala KUA Kecamatan Rajadesa dan perwakilan Karang Taruna Kecamatan Rajadesa, Hendra, S.H.

Setelah pengarahan, peserta bergerak melaksanakan operasi bersih-bersih mulai pukul 10.00 hingga 11.00 WIB. Aksi difokuskan pada sejumlah titik di sepanjang aliran Sungai Cipetungan, termasuk kawasan Cijeruk, Nusa, Cikanyeta, dan Cinangka.
Seluruh pesantren di wilayah Kecamatan Rajadesa dilibatkan dalam gerakan tersebut. Para santri bersama pimpinan pesantren melakukan pembersihan lingkungan, mulai dari area pondok atau kobong hingga kawasan sungai.
Keterlibatan puluhan pesantren ini menjadi gambaran bahwa gerakan kebersihan dapat menjadi kekuatan bersama apabila seluruh elemen masyarakat mengambil bagian.
Karang Taruna: Jangan Biarkan Sampah Mencemari Sungai
Perwakilan Karang Taruna Kecamatan Rajadesa, Hendra, S.H., menegaskan bahwa pemuda harus berada di garis depan dalam kegiatan sosial dan lingkungan.
Menurut Hendra, partisipasi dalam kegiatan kebersihan merupakan salah satu wujud patriotisme yang dapat dilakukan secara langsung oleh generasi muda. Semangat tersebut perlu dibuktikan melalui tindakan, bukan hanya disampaikan dalam slogan.
“Karang Taruna harus terdepan dalam setiap kegiatan. Kita tunjukkan jiwa patriotisme dan peran serta kita. Dalam setiap kegiatan kemasyarakatan, kita harus selalu tampil di depan,” katanya.
Hendra juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, baik ke aliran sungai maupun ke titik-titik di sepanjang jalan. Ia menyoroti sampah plastik dan popok sekali pakai atau pampers yang masih ditemukan di kawasan aliran sungai.
Menurutnya, persoalan sampah tidak akan selesai hanya dengan kegiatan bersih-bersih sesaat. Diperlukan perubahan perilaku masyarakat agar tidak terus mengotori lingkungan yang telah dibersihkan.
“Kesadaran menjaga kebersihan harus dimulai dari diri sendiri. Jangan sampai sungai dan pinggir jalan dipenuhi sampah. Kita harus mendukung upaya mewujudkan Ciamis bersih sampai ke pelosok desa,” ujarnya.
Momentum Hari Santri, Aksi Nyata untuk Masyarakat
Gerakan bersih-bersih ini sekaligus menjadi pesan bahwa peringatan Hari Santri Nasional harus memiliki dampak sosial yang nyata. Santri diharapkan tidak hanya hadir dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga aktif menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk persoalan sampah dan kelestarian lingkungan.
Sinergi antara pesantren, pemerintah kecamatan, KUA, dan Karang Taruna menjadi modal penting untuk membangun budaya gotong royong. Namun, keberlanjutan gerakan ini akan sangat bergantung pada konsistensi seluruh pihak setelah kegiatan berakhir.
Sungai yang bersih bukan hanya hasil kerja para peserta aksi, melainkan juga buah dari kebiasaan masyarakat yang tidak membuang sampah sembarangan. Karena itu, gerakan ini diharapkan menjadi pemantik kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Adapun puncak peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kecamatan Rajadesa dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 22 Oktober, bertempat di Lapangan Wirabaya, Desa Rajadesa.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, para santri dan elemen masyarakat Rajadesa ingin menunjukkan bahwa semangat Hari Santri tidak berhenti pada peringatan dan seremoni. Semangat itu harus hadir dalam kerja nyata, mulai dari lingkungan pondok pesantren, permukiman warga, hingga aliran sungai.
Sebab, menjaga nama baik Ciamis sebagai daerah yang bersih bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat hingga ke pelosok desa.
(Li2/Tn)





