Jadwal Suplesi Air Berubah Sepihak, Para Petani Marah, Khawatir Terancam Gagal Panen

Oplus_131072

Jadwal Suplesi Air Berubah Sepihak, Para Petani Marah Khawatir Terancam Gagal Panen

Buletin News.id

Tasikmalaya – Perubahan jadwal suplesi air dari Daerah Irigasi (DI) Cimulu menuai protes dari para pemangku kepentingan sektor pertanian di Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Perubahan tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap keberhasilan Musim Tanam II (MT II) dan berpotensi menyebabkan gagal panen.

Dalam rapat koordinasi yang dihadiri Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Manonjaya bersama para sticholder pertanian, dibahas persoalan perubahan jadwal distribusi air yang dinilai merugikan petani di wilayah Manonjaya.

Kepala BPP Manonjaya, H. Ujang Ucu, menjelaskan bahwa pihaknya sebelumnya telah menerima surat resmi dari UPTD Wilayah Citanduy mengenai perubahan jadwal pembagian air. Sebelum surat tersebut diterbitkan, BPP Manonjaya juga telah mengikuti rapat di Kecamatan Cibeureum yang membahas jadwal suplesi air DI Cimulu, kemudian dilanjutkan dengan rapat di Balai UPTD Wilayah Citanduy hingga menghasilkan kesepakatan jadwal distribusi air.

Namun, beberapa waktu kemudian BPP Manonjaya kembali menerima surat berisi jadwal baru yang berbeda dari hasil rapat sebelumnya.

“Kami sangat terkejut karena jadwal yang telah disepakati dalam rapat tiba-tiba diubah. Perubahan tersebut justru membuat aliran air tidak sampai ke wilayah Manonjaya sehingga sangat merugikan para petani,” ujar H. Ujang Ucu. dikantor BPP Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (6/07/2026).

Menurutnya, keputusan perubahan jadwal dilakukan tanpa pemberitahuan maupun pembahasan kembali dengan pihak-pihak yang sebelumnya mengikuti rapat. Kondisi tersebut telah dikomunikasikan kepada staf UPTD Wilayah Citanduy.

H. Ujang Ucu mengaku sangat kecewa atas perubahan tersebut karena dirinya telah mengikuti seluruh rangkaian rapat bersama UPTD. Bahkan, ia menyatakan apabila jadwal tidak dikembalikan sesuai hasil kesepakatan, lebih baik distribusi air dihentikan daripada menerapkan kebijakan yang dinilai tidak adil bagi petani Manonjaya.

Musyawarah antara kelompok tani dan P3A serta kepala desa dan BPP pertanian

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan APDESI Manonjaya mempertanyakan adanya dugaan ketidakwajaran dalam perubahan jadwal tersebut. Menurutnya, persoalan ini perlu segera disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar akar permasalahan dapat diketahui secara jelas.

“Kalau memang ada pihak yang bermain dalam penentuan jadwal ini, harus segera diungkap. Kami berencana menyampaikan surat kepada Gubernur Jawa Barat agar persoalan ini mendapat perhatian dan solusi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani, Aep, mengaku telah melakukan pemantauan langsung ke kawasan DI Cimulu. Namun, saat pengecekan dilakukan, debit air yang diharapkan belum mengalir menuju wilayah Manonjaya.

Kepala Desa Manonjaya, Eri, mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendatangi Balai UPTD Wilayah Citanduy guna mencari penyelesaian melalui musyawarah.

Selain persoalan jadwal distribusi air, Asep juga menyampaikan tiga usulan prioritas kepada UPTD Wilayah Citanduy, yaitu melakukan pengerukan sedimentasi di bagian hulu, menambah kantong-kantong lumpur agar saluran di bagian hilir tidak mengalami pendangkalan maupun luapan, serta memperbaiki pintu-pintu air yang rusak dan menutup kebocoran pada saluran irigasi.

Para petani berharap seluruh usulan tersebut segera direalisasikan sehingga distribusi air dari DI Cimulu dapat kembali normal dan kebutuhan irigasi di wilayah Manonjaya terpenuhi. Dengan demikian, Musim Tanam II dapat berjalan sesuai rencana dan risiko gagal panen dapat dihindari.

Sejarah adanya irigasi Cimulu

Sebagai informasi, Daerah Irigasi (DI) Cimulu memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Manonjaya. Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam rapat, keberadaan DI Cimulu telah ada sejak tahun 1934 dan dibangun oleh para leluhur Manonjaya sebagai sumber utama pengairan lahan pertanian yang hingga kini masih menjadi andalan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *