Kemarau Panjang Picu Kawanan Monyet Turun ke Permukiman, Tanaman Warga Citapen Pasir Rusak

Kemarau Panjang Picu Kawanan Monyet Turun ke Permukiman, Tanaman Warga Citapen Pasir Rusak

Buletin News.id

Ciamis || Kemarau panjang mulai menimbulkan keresahan bagi warga di kawasan Citapen Pasir, Kecamatan Rajadesa. Kawanan monyet liar yang diduga turun dari kawasan hutan dan perbukitan berbatasan dengan Kabupaten Kuningan kini kerap memasuki permukiman, merusak tanaman, hingga mencari makanan di halaman rumah dan lingkungan sekolah.

Kehadiran kawanan monyet tersebut dikeluhkan warga karena tanaman yang selama ini dirawat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi sasaran. Sejumlah tanaman, mulai dari terong, pepaya hingga pisang, dilaporkan dimakan dan dirusak oleh hewan liar tersebut.

Diduga, menyusutnya sumber pakan alami akibat musim kemarau mendorong kawanan monyet keluar dari habitatnya untuk mencari makanan di kawasan permukiman penduduk.

Bukan hanya menyasar kebun dan halaman rumah, kawanan monyet itu juga dilaporkan berani mendekati bangunan dan masuk ke dalam ruangan ketika menemukan kesempatan.

Sekolah Tak Luput dari Gangguan Monyet

Gangguan kawanan monyet juga dirasakan di lingkungan SMP Negeri 4 Rajadesa. Kepala sekolah, Aang, mengatakan hewan tersebut terkadang masuk ke ruangan ketika pintu sekolah tidak tertutup.

Menurut Aang, monyet-monyet itu mencari makanan yang tersimpan di atas meja. Bahkan, sisa makanan dalam wadah bekas program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga kerap menjadi sasaran.

“Kalau sedang lengah dan pintu ruangan terbuka, monyet bisa masuk untuk mengambil makanan yang ada di meja. Bekas wadah makanan MBG yang masih ada sisa makanannya juga terkadang diambil,” ujarnya.

Sejauh ini, gangguan yang dilaporkan di lingkungan sekolah masih berupa pengambilan sisa makanan dan wadah bekas makan yang diacak-acak kawanan monyet.

Meski belum dilaporkan menimbulkan kerusakan yang lebih serius di sekolah, kondisi tersebut tetap menimbulkan kekhawatiran, terutama jika kawanan monyet semakin sering masuk ke area aktivitas siswa dan tenaga pendidik.

Menyusuri Perbatasan, Monyet Terlihat di Halaman dan Atap Rumah

Untuk menelusuri kondisi di lapangan, awak media Buletin News menyusuri kawasan perbatasan Desa Sukajaya, di wilayah perbukitan yang berbatasan dengan Kabupaten Kuningan.

Di sepanjang kawasan tersebut, kawanan monyet terlihat memasuki area permukiman. Beberapa di antaranya bahkan tampak berada di halaman hingga atap rumah warga saat mencari makanan.

Sejumlah monyet juga terlihat memakan tanaman yang berada di dalam pot di halaman rumah, termasuk tanaman pepaya dan terong yang ditanam warga di depan rumah.

Pemandangan tersebut memperlihatkan bagaimana kawasan permukiman kini menjadi salah satu tempat yang didatangi kawanan monyet untuk memperoleh makanan.

Bagi warga, kemunculan hewan liar secara berkelompok bukan sekadar pemandangan yang mengganggu. Jika terus berulang, kondisi ini berpotensi menambah kerugian akibat tanaman yang rusak serta meningkatkan risiko interaksi langsung antara manusia dan satwa liar.

Warga Berharap Ada Langkah Antisipasi

Warga berharap pihak terkait segera turun tangan untuk mengantisipasi kemunculan kawanan monyet yang belakangan semakin meresahkan. Langkah penanganan dinilai diperlukan agar kerusakan tanaman tidak terus berulang dan aktivitas masyarakat tetap aman.

Penanganan juga diharapkan dapat mempertimbangkan kondisi habitat satwa liar, sehingga upaya melindungi warga tidak berujung pada tindakan yang membahayakan manusia maupun monyet.

Hingga diperlukan langkah lebih lanjut, warga diimbau tetap waspada, tidak mendekati atau memancing satwa liar, serta mengamankan makanan dan menutup pintu ruangan agar tidak mudah dimasuki monyet.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa dampak kemarau tidak hanya dirasakan manusia melalui berkurangnya ketersediaan air, tetapi juga dapat memengaruhi satwa liar dalam mencari sumber makanan. Ketika sumber pakan di habitatnya sulit ditemukan, kawasan permukiman berpotensi menjadi tujuan baru.

Warga kini berharap ada respons nyata dari pihak terkait agar gangguan kawanan monyet di Citapen Pasir dan sekitarnya tidak terus berulang, terutama jika musim kemarau masih berlangsung.

(Li2/Ton)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *