Ribuan Jemaah Padati Alun-Alun Manonjaya, Tasikmalaya Bersholawat Bersama Habib Luthfi bin Yahya

Oplus_131072

Ribuan Jemaah Padati Alun-Alun Manonjaya, Tasikmalaya Bersholawat Bersama Habib Luthfi bin Yahya

Buletin News.id

TASIKMALAYA || Ribuan masyarakat, santri, dan jemaah dari berbagai daerah memadati Alun-Alun Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (13/10/2026). Mereka berkumpul untuk mengikuti kegiatan Tasikmalaya Bersholawat bersama Habib Luthfi bin Ali Yahya dan Habib H. Bidin Az Zegaf dalam rangka memperingati Hari Santri dan Haul Sukapura.

Antusiasme jemaah terlihat sejak kegiatan berlangsung. Tidak hanya kalangan santri dan orang dewasa, anak-anak pun turut memenuhi kawasan alun-alun untuk bersholawat bersama dan mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan tersebut.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menghidupkan tradisi bersholawat di tengah masyarakat, khususnya di Kabupaten Tasikmalaya yang dikenal memiliki banyak pondok pesantren.

Bupati Tasikmalaya: Hari Santri Harus Diisi dengan Sholawat

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yaqin, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Habib Luthfi bin Ali Yahya beserta para ulama, tokoh agama, dan seluruh jemaah yang hadir.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk H. Usep dari pihak Rokok Rotama serta berbagai unsur lain yang terlibat dalam persiapan acara.

Menurut Cecep, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri yang telah dipersiapkan selama kurang lebih 10 hari.

Menjelang Hari Santri, ia juga menyebut telah melakukan safari ke sejumlah pondok pesantren. Momentum tersebut, menurutnya, menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah, para ulama, dan kalangan pesantren.

“Sebagai daerah yang dikenal dengan sebutan Kota Santri, kita isi momentum ini dengan bersholawat, karena ada guru-guru kita di pesantren,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.

Ia berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat memperkuat kecintaan masyarakat kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus menjaga kedekatan masyarakat dengan para ulama dan pesantren.

Habib Luthfi bin Ali Yahya memimpin Tasikmalaya Bersholawat Diawali  Doa untuk Para Pendahulu

Dalam rangkaian acara, Habib H. Bidin Asegaf turut menyampaikan sambutan dengan memberikan penghormatan kepada para alim ulama, kiai, ustaz, serta keluarga besar pondok pesantren.

Ia menempatkan peringatan Nabi Muhammad SAW, Hari Santri, dan Haul Sukapura sebagai momentum untuk mengenang jasa para pendahulu sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan doa atau tawasul yang ditujukan bagi mereka yang telah mendahului. Harapannya, seluruh jemaah mendapatkan keberkahan, dikabulkan doa-doanya, serta senantiasa menjadi umat Nabi Muhammad SAW.

Suasana kebersamaan pun terasa ketika masyarakat dan para santri mengikuti lantunan sholawat di kawasan Alun-Alun Manonjaya.

Santri dari Berbagai Daerah Datang Bersama

Di antara ribuan jemaah yang hadir, sejumlah santri datang bersama rekan-rekan dari pondok pesantren masing-masing. Mereka menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor maupun mobil demi mengikuti kegiatan tersebut.

Asep, salah seorang santri asal Kota Tasikmalaya, mengaku antusias dapat hadir dalam kegiatan Tasikmalaya Bersholawat.

Ia mengatakan, kehadirannya bersama rekan-rekan pesantren merupakan bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus kesempatan untuk bersholawat bersama para guru dan jemaah lainnya.

Asep berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan bagi seluruh peserta, baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan bermasyarakat.

Ia juga mendoakan agar seluruh jemaah diberikan umur panjang, rezeki yang berkah, serta kemampuan untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama, baik di dunia maupun di akhirat.

“Semoga dengan memperingati Hari Santri dan Haul Sukapura melalui bersholawat, kita mendapatkan magfirah dari Allah SWT dan senantiasa menjadi umat Nabi Muhammad SAW,” demikian harapan yang disampaikannya.

Menjaga Tradisi, Memperkuat Kebersamaan

Membludaknya jemaah dalam kegiatan Tasikmalaya Bersholawat memperlihatkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan keagamaan yang mempertemukan ulama, santri, pemerintah daerah, dan masyarakat umum.

Lebih dari sekadar pertemuan massal, kegiatan ini menjadi ruang untuk merawat tradisi keislaman, mengenang jasa para pendahulu, serta memperkuat hubungan antara pesantren dan masyarakat.

Peringatan Hari Santri dan Haul Sukapura di Manonjaya pun menjadi pengingat bahwa identitas Tasikmalaya sebagai daerah santri tidak hanya bertumpu pada keberadaan pondok pesantren, tetapi juga pada upaya menjaga nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui lantunan sholawat dan doa bersama, masyarakat berharap keberkahan senantiasa menyertai Kabupaten Tasikmalaya serta seluruh umat Islam.

(Asjen)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *