Situ Geude Tasikmalaya Terlantar, Daya Tarik Wisata yang Terabaikan
BuletinNews.is
Tasikmalaya — Situ Geude, salah satu destinasi wisata alam unggulan yang terletak di jantung Kota Tasikmalaya, kini mengalami kondisi yang sangat memprihatinkan. Kawasan yang dahulu menjadi magnet wisatawan lokal, nasional, bahkan mancanegara ini kini tampak tak terurus, seolah ditinggalkan oleh perhatian dan penanganan yang memadai.
Hamparan rumput ilalang yang menjulang tinggi mendominasi hampir seluruh tepian situ. Akses jalan menuju kawasan wisata ini pun mengalami kerusakan parah. Di tengah danau, endapan lumpur yang meluap telah membentuk daratan baru yang dipenuhi berbagai jenis tanaman liar, menjadikan sebagian kawasan tampak seperti hutan kecil yang tumbuh di tengah danau.

Menurut warga sekitar, Situ Geude pernah menjadi primadona wisata Tasikmalaya. Keindahan panorama alamnya yang asri, sejuk, dan rindang, ditambah legenda pembentukan Situ Geude yang diyakini terbentuk secara alamiah, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Tak heran jika dulunya kawasan ini ramai dikunjungi wisatawan lokal (wislok), wisatawan nusantara (wisnu), hingga wisatawan mancanegara (wisman) yang kebetulan berkunjung ke Indonesia.
Namun kini, pesonanya seolah memudar karena minimnya perhatian pemerintah. Kawasan wisata Situ Geude terlantar tanpa adanya perawatan atau penataan ulang yang layak.
“Kondisinya sangat memprihatinkan. Sayang sekali potensi sebesar ini justru tak dimanfaatkan maksimal,” ungkap salah satu warga.
Pemerintah Kota Tasikmalaya, yang selama ini memungut retribusi dari kawasan wisata Situ Geude, dinilai belum menunjukkan komitmen serius dalam pengelolaan dan pengembangan destinasi tersebut. Padahal, bila dikelola dengan baik, Situ Geude bisa menjadi ikon pariwisata kota sekaligus sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Darmadi, ST., Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Barat Wilayah Sungai Ciwulan-Cilaki menyampaikan bahwa UPTD PSDA berencana melakukan pengerukan sedimen di kawasan Situ Geude pada tahun anggaran 2025.
“In syaa Allah tahun depan kita laksanakan pengerukan endapan lumpur yang sudah mengganggu aliran air dan estetika kawasan,” ujarnya.
Namun, Darmadi menegaskan bahwa penataan kawasan wisata adalah kewenangan Pemerintah Kota Tasikmalaya sebagai pengelola sekaligus pemungut retribusi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tasikmalaya, Dr. Dedi Mulyana, S.STP, M.Si, didampingi Kabid Pariwisata Hj. Mulya Tika, S.Sos., menyoroti pentingnya sinergi lintas instansi dalam pengelolaan kawasan wisata tersebut.
“Pengembangan dan kemajuan destinasi wisata alam Situ Geude perlu pengelolaan yang terintegrasi antara Pemerintah Kota, Pemerintah Provinsi, dan juga Kementerian Perhubungan. Hanya dengan kerja sama yang solid, Situ Geude bisa kembali menjadi primadona wisata,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, selain Situ Geude, masih ada empat situ lainnya di wilayah Kota Tasikmalaya yang membutuhkan perhatian serius agar dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai kawasan wisata yang mendukung ekonomi lokal.
Dengan potensi alam yang luar biasa dan cerita legenda yang menarik, Situ Geude seharusnya menjadi aset berharga yang tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dikembangkan. Kini, harapan masyarakat tertuju pada kolaborasi nyata antar pemerintah agar Situ Geude kembali bersinar sebagai destinasi kebanggaan Kota Tasikmalaya.
(Asjen/MH)





