Tugas Menyalin Al-Qur’an Dikeluhkan Siswa MTsN 13 Ciamis, Sekolah Siapkan Evaluasi

Tugas Menyalin Al-Qur’an Dikeluhkan Siswa MTsN 13 Ciamis, Sekolah Siapkan Evaluasi

Buketin News.id

CIAMIS ||  Program tugas menyalin tulisan Arab Al-Qur’an di MTsN 13 Ciamis mendapat sorotan setelah sejumlah siswa mengaku merasa keberatan dengan beban tugas tersebut. Bahkan, muncul informasi adanya siswa yang berencana keluar atau pindah sekolah.

Program tersebut diberikan kepada siswa mulai kelas VII hingga kelas IX. Setiap siswa ditargetkan menyelesaikan tugas menyalin Al-Qur’an sebanyak 10 juz dalam satu tahun. Dengan demikian, selama tiga tahun masa pendidikan, seorang siswa ditargetkan menyelesaikan penyalinan hingga 30 juz.

Keluhan siswa terkait tugas tersebut kemudian menjadi perhatian pihak sekolah. Saat dikonfirmasi pada Senin (5/10/2026), guru bidang kurikulum Mamal, MTsN 13 Ciamis, didampingi pihak humas sekolah, membenarkan adanya program penulisan dan penyalinan aksara Al-Qur’an tersebut.

Namun, pihak sekolah Mamal  menegaskan bahwa program tersebut bukan mata pelajaran wajib yang tercantum dalam kurikulum mata pelajaran. Meski demikian, hasil tugas tetap menjadi bagian dari penilaian terhadap siswa.

Mamal menyebut tujuan program tersebut bukan semata-mata mengejar jumlah halaman yang harus disalin, tetapi diharapkan dapat membantu siswa mengenal lebih dekat Al-Qur’an, termasuk memahami dan menghafal surat-surat pendek.

“Dalam satu tahun siswa hanya diberikan tugas 10 juz. Jadi ketika kelas IX, targetnya selesai 30 juz,” ujar Mamal saat dikonfirmasi di sekolah.

Meski demikian, sekolah mengakui adanya reaksi dari sejumlah siswa yang merasa keberatan dengan program tersebut. Kondisi itu menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan program tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun beban yang justru dirasakan berat oleh peserta didik.

Mamal pun menyatakan akan melakukan evaluasi dan berencana menggelar pertemuan bersama orang tua siswa untuk membahas persoalan tersebut.

Bantah Puluhan Siswa Keluar Sekolah

Terkait informasi yang menyebut puluhan siswa memilih keluar atau pindah sekolah akibat program tersebut, pihak MTsN 13 Ciamis membantahnya.

Menurut Mamal pihak sekolah, siswa yang disebut akan keluar atau pindah tersebut masih berstatus sebagai siswa MTsN 13 Ciamis.

“Informasi mengenai siswa yang akan keluar atau pindah itu tidak benar. Mereka masih tetap di sekolah ini. Kami akan segera melakukan evaluasi dan mengadakan rapat dengan orang tua,” ungkap Mamal.

Di tengah munculnya keluhan tersebut, sejumlah orang tua siswa justru menyatakan dukungan terhadap program penyalinan Al-Qur’an.

Menurut mereka, program tersebut dapat memberikan manfaat tambahan bagi anak, terutama dalam mengenal, membaca, dan menulis ayat-ayat Al-Qur’an.

Salah seorang orang tua menilai, kegiatan menyalin Al-Qur’an bukan hanya melatih kemampuan menulis aksara Arab. Dalam prosesnya, anak juga membaca dan melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an sehingga dinilai memiliki nilai ibadah sekaligus pendidikan keagamaan.

“Anak kami setidaknya akan lebih memahami isi kitab suci Al-Qur’an. Dalam proses belajar baca dan tulis Al-Qur’an, secara tidak langsung anak juga mengaji. Bagi kami, manfaatnya cukup baik,” ujarnya.

Jadi Polemik, Sekolah Diminta Cari Titik Tengah

Di sisi lain, informasi mengenai adanya siswa MTsN 13 Ciamis yang mendaftar ke salah satu SMP di wilayah Kecamatan Rajadesa juga beredar dari sumber yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Namun, informasi tersebut belum dapat dikaitkan secara langsung dengan keluhan terhadap program penyalinan Al-Qur’an. Pihak sekolah sendiri telah membantah adanya puluhan siswa yang keluar akibat program tersebut.

Karena itu, persoalan ini kini menjadi perhatian sekolah untuk mencari titik temu antara tujuan pendidikan keagamaan dengan kemampuan dan kondisi siswa.

Program mengenalkan Al-Qur’an tentu memiliki tujuan positif. Namun, ketika sebagian siswa mulai merasa terbebani, evaluasi terhadap metode, target, serta mekanisme penilaiannya menjadi penting agar tujuan pendidikan tetap tercapai tanpa menimbulkan persoalan baru.

Pihak MTsN 13 Ciamis pun memastikan akan mengevaluasi program tersebut dan melibatkan orang tua dalam pembahasannya.

Dengan demikian, polemik tugas menyalin Al-Qur’an di MTsN 13 Ciamis tidak berhenti pada persoalan “setuju atau tidak setuju”, tetapi menjadi momentum bagi sekolah, siswa, dan orang tua untuk mencari pola pembelajaran yang tetap menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus mempertimbangkan kemampuan peserta didik.

(Li2)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *