Ukim Tutup Usia di Tengah Perjuangan Melawan Tumor, Keluarga Kenang Kepedulian Pemerintah dan Dermawan
Buletin News.id
CIAMIS, RAJADESA || Setelah sekian lama menahan penderitaan akibat penyakit tumor yang menyerang kakinya, Ukim, warga Desa Sirnajaya, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Minggu malam, 18 Oktober 2026, sekitar pukul 23.00 WIB.
Kepergian Ukim meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Di mata warga, almarhum dikenal sebagai sosok Ketua RT yang aktif dan memiliki kedekatan dengan lingkungan tempat tinggalnya.
Dalam masa perjuangannya melawan penyakit, Ukim mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai pihak. Bantuan datang dari pemerintah, para dermawan, serta sejumlah lembaga sosial yang berupaya meringankan beban penderitaan yang dialaminya bersama keluarga.
Namun, di tengah besarnya kepedulian yang mengalir, takdir berkata lain. Ukim akhirnya berpulang setelah cukup lama berjuang menghadapi kondisi kesehatannya yang memprihatinkan.

Warga Bergerak Cepat, Pemakaman Berlangsung hingga Dini Hari
Kondisi kaki almarhum yang mengalami pembengkakan parah akibat penyakit tumor, disertai luka yang telah membusuk dan menimbulkan aroma tidak sedap, membuat warga segera bergerak setelah kabar meninggalnya Ukim tersiar.
Sejumlah warga bersama tokoh masyarakat langsung bergotong royong menyiapkan liang lahat untuk proses pemakaman. Dalam situasi darurat dan dengan pelaksanaan pada malam hari, warga bahu-membahu agar pemakaman dapat segera dilakukan.
Berkat kerja sama dan kepedulian masyarakat, proses persiapan hingga pemakaman berlangsung sampai dini hari, sekitar pukul 05.00 WIB.
Peristiwa tersebut menjadi gambaran nyata kuatnya solidaritas warga. Di tengah suasana duka, masyarakat hadir untuk membantu keluarga yang ditinggalkan, sekaligus memastikan almarhum dapat dimakamkan dengan layak.
Keluarga Sampaikan Terima Kasih atas Perhatian Pemerintah
Fitri (27), anak almarhum, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah, mulai dari tingkat kabupaten hingga pemerintahan di bawahnya, yang telah memberikan perhatian kepada ayahnya selama menjalani masa sulit.
Menurut Fitri, perhatian tersebut tidak hanya berupa dukungan moral, tetapi juga pendataan untuk bantuan bagi penderita kanker.
“Alhamdulillah, tiga hari yang lalu pihak pemerintah kembali melakukan pendataan. Bapak saya juga termasuk yang didata. Kami diminta nomor rekening sebagai tindak lanjut dari bantuan yang sebelumnya diterima di Gedung PKK,” ungkap Fitri.
Ia menuturkan, pendataan dan permintaan nomor rekening tersebut sempat menumbuhkan harapan bagi keluarganya, terlebih setelah adanya penyampaian dari Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, terkait perhatian dan bantuan bagi masyarakat yang menderita penyakit berat.
Namun, sebelum tindak lanjut bantuan tersebut dirasakan oleh almarhum, Ukim telah lebih dahulu meninggal dunia.
Bagi keluarga, perhatian yang diberikan pemerintah tetap menjadi hal yang berarti, meskipun kesempatan untuk mendampingi almarhum menerima bantuan lanjutan tidak lagi terwujud.
Apresiasi untuk Yayasan Tumor Indonesia dan BAZNAS Ciamis
Selain pemerintah, Fitri juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Tumor Indonesia Ciamis, BAZNAS Kabupaten Ciamis, serta Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Sirnajaya yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada keluarganya.
Ia mengaku sangat terbantu oleh berbagai bentuk dukungan yang diberikan, baik berupa bantuan materi maupun dukungan moral selama keluarganya menghadapi masa-masa sulit.
“Atas nama keluarga, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada bapak saya serta keluarga kami. Semua bantuan itu sangat berarti dalam kondisi seperti ini,” tuturnya.
Fitri berharap segala kebaikan yang telah dicurahkan oleh pemerintah, lembaga sosial, para dermawan, dan masyarakat mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.
Solidaritas Warga Menjadi Penguat di Tengah Duka
Kepergian Ukim bukan hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga, tetapi juga kehilangan bagi masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok Ketua RT yang aktif.
Kisah perjuangannya sekaligus memperlihatkan arti penting kepedulian sosial bagi warga yang tengah menghadapi penyakit berat. Dukungan pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat menjadi penguat bagi keluarga yang berjuang di tengah keterbatasan.
Meski Ukim telah tiada, perhatian dan bantuan yang sempat mengalir menjadi bagian dari kenangan keluarga dalam menghadapi masa-masa paling sulit.
Kini, keluarga hanya bisa mengenang perjuangan almarhum dan menyampaikan rasa syukur atas kepedulian semua pihak yang telah hadir membantu.
Di balik kabar duka dari Desa Sirnajaya, tersimpan pesan kemanusiaan yang kuat: kepedulian sangat berarti bagi mereka yang sedang berjuang, dan gotong royong tetap menjadi kekuatan masyarakat ketika duka datang tanpa diduga.
(Li2/Ton)





